SEJARAH ETIKA DAN PERKEMBANGAN KOMPUTER

Kesimpulan Materi Pertemuan 2.

Sejarah Etika Komputer, Komputer ditemukan oleh Howard Aiken pada tahun 1973 Penemuan komputer di tahun 1973 ini menjadi tonggak lahirnya etika komputer yang kemudian berkembang hingga menjadi sebuah disiplin ilmu baru di bidang teknologi.Etika komputer merupakan seperangkat nilai yang mengatur dalam penggunaan komputer.      Etika Komputer di Indonesia, Indonesia merupakan salah satu negara pengguna komputer terbesar di dunia sehingga penerapan etika komputer dalam masyarakat sangat dibutuhkan.Adapun isu-isu dalam Etika Komputer :Kejahatan Komputer(Computercrime), E-commerce, Pelanggaran HAKI(Hak Atas Kekayaan Intelektual), Netiket, Tanggung Jawab Profesi. Sanksi Pelanggaran Etika :Sanksi Social, Sanksi Hukum. Contoh Khasus Pelanggaran Etika Komputer yaitu :Pembajakan

Jelaskan Jenis Cyber Crime

Unauthorized Aces
Adalah kriminal yang berlangsung kala seorang memasuki atau menyusup ke dalam sesuatu skema jaringan komputer dengan cara tidak legal, tanpa izin, atau tanpa sepengetahuan dari pemilik skema jaringan komputer yang dimasukinya. contoh dari perbuatan kriminal ini ialah Probing dan port.

Illegal Contents
Adalah kriminal yang dijalani dengan metode memuatkan informasi atau informasi ke internet berhubungan sesuatu keadaan yang tidak benar, tidak sopan, serta bisa diduga sebagai melanggar hukum atau mengganggu ketertiban pada publik umum, contohnya ialah peredaran pornografi atau berita yang tidak benar.

Cyber Espionage, Sabotage, and Extortion
Cyber Espionage merupakan sebuah kejahatan dengan cara memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran. Sabotage and Extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet.

Carding
Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.

Cyber Terorism
Tindakan cybercrime termasuk cyber terorism jika mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer.

Cybersquatting and Typosquatting
Cybersquatting merupakan sebuah kejahatan yang dilakukan dengan cara mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal. Adapun typosquatting adalah kejahatan dengan membuat domain plesetan yaitu domain yang mirip dengan nama domain orang lain.

Defacing

Defacing adalah aktivitas mengubah halaman suatu website milik pihak lain. Pada kasus-kasus defacing yang sering dijumpai, biasanya para pelaku melakukannya hanya untuk iseng, pamer kemampuan bisa membuat program, hingga berniat jahat untuk mencuri data dan dijual ke pihak lain.

Kemiringan dan Keruncingan Data

Kemiringan Distribusi Data
Merupakan derajat atau ukuran dari ketidaksimetrisan (Asimetri) suatu distribusi data.
Kemiringan distribusi data terdapat 3 jenis, yaitu :

Simetris : menunjukkan letak nilai rata-rata hitung, median, dan modus berhimpit (berkisar di satu titik)
Miring ke kanan : mempunyai nilai modus palingkecil dan rata-rata hitung paling besar
Miring ke kiri : mempunyai nilai modus paling besar dan rata-rata hitung paling kecil

Cara menentukan kemiringannya :

Keruncingan Distribusi Data merupakan derajat atau ukuran tinggi rendahnya puncak suatu distribusi data terhadap distribusi normalnya data. keruncingan distribusi data ini disebut juga kurtosis. Ada tiga jenis derajat keruncingan, yaitu :

  1. Leptokurtis : distribusi data yang puncaknya relatif tinggi
  2. Mesokurtis : distribusi data yang puncaknya normal
  3. Platikurtis : distribusi data yang puncaknya terlalu rendah dan terlalu mendatar.

            Grafik Derajat Keruncingan Distribusi Data

Derajat keruncingan distribusi data A4 dapat dihitung berdasarkan rumus berikut :

UKURAN VARIANSI DAN SIMPANGAN BAKU

Pengertian Ukuran Variasi

Merupakan ukuran penyebaran suatu kelompok data terhadap pusat data.

Ukuran Variasi atau Dispersi adalah ukuran yang menyatakan seberapa jauh penyimpangan nilai-nilai data dari nilai-nilai pusatnya atau Ukuran yang menyatakan seberapa banyak nilai-nilai data yang berbeda dengan nilai-nilai pusatnya.

Jenis-jenis ukuran variasi (Dispersi) :

1.Jangkauan (Range)

6.1.PNG

2.Simpangan Rata-rata (Mean Deviation)

6.2.PNG

3.Variansi dan Simpangan Baku (Variance dan Standard Deviation)

6.3.PNG

4.Jangkauan Kuartil

6.4.PNG

5.Jangkauan Persentil

6.5.PNG

 

UKURAN GEJALA PUSAT

Ukuran perhatian pusat adalah ukuran yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang sampel atau jumlah yang disajikan dalam tabel atau diagram.

Ukuran Gejala Pusat adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengetahui kumpulan data mengenai sampel atau populasi yang disajikan dalam tabel dan diagram, yang dapat mewakili sampel atau populasi. Ada beberapa macam ukuran tendensi sentral,yaitu rata-rata (mean), median, modus.

Mean adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Rata-Rata (mean) ini didapat dengan menjumlahkan data seluruh individu dalam kelompok itu, kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada pada kelompok tersebut.

 

a)Rumus Mean dari Data Tunggal

b)    Rumus Mean Untuk Data yang Disajikan Dalam Distribusi Frekuensi.

Dengan : fixi = frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian xi = data ke-i

c)    Rumus Mean Gabungan gabungan

 

2.MEDIAN
Median adalah nilai tengah-tengah dari data yang tersusun secara terurut.

3.MODUS
Modus adalah nilai yang paling sering muncul.

4.KUARTIL
Kuartil adalah rangkaian data yang membagi suatu distribusi menjadi 4 bagian.

5.DESIL
Desil adalah rangkaian data yang membagi suatu distribusi menjadi 10 bagian.

6.PERSENTIL
Persentil adalah rangkaian data yang membagi suatu distribusi menjadi 100 bagian.

7.Rata-rata hitung / Rata-rata

Dalam kegiatan penelitian, rata-rata (rata-rata) memiliki kedudukan yang penting dibandingkan ukuran rata-rata pusat lainnya. Hampir setiap kegiatan penelitian ilmiah selalu menggunakan rata-rata (rata-rata).

8.Rata-Rata Harmonis
perbandingan antara banyaknya data dengan jumlah kebalikan semua data.

9.Rata-Rata Tertimbang
rata-rata yang dihitung dari tiap-tiap nilai variabel.